Pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) merupakan salah satu fondasi penting bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, beberapa temuan empiris menunjukkan adanya kesenjangan dalam pola partisipasi dan pengalaman belajar siswi di bidang STEM yang perlu ditelaah lebih lanjut agar kebijakan dan praktik pembelajaran dapat lebih responsif dan inklusif.

Studi CIPS di Kota Bandung menunjukkan bahwa meskipun siswi memiliki capaian akademik yang tinggi dalam mata pelajaran STEM, mereka kerap menghadapi hambatan non-akademik. Tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah, partisipasi yang lebih rendah dalam praktikum dan ekstrakurikuler, serta dukungan yang bervariasi dari lingkungan sekolah dan keluarga, menjadi faktor yang membatasi partisipasi aktif mereka. Hambatan ini diperkuat oleh ekspektasi sosial berbasis gender, minimnya figur teladan perempuan di bidang STEM, dan kondisi sosial ekonomi keluarga yang tidak selalu mendukung akses setara terhadap pengalaman belajar STEM yang lebih mendalam.

Temuan tersebut juga menyoroti pentingnya kapasitas guru dan kepemimpinan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif gender. Refleksi kritis guru terhadap bias tak disadari, penguatan kapasitas pedagogis, serta dukungan kepemimpinan sekolah terbukti berperan dalam mendorong transformasi budaya kelas yang lebih setara. Upaya ini semakin efektif bila diintegrasikan ke dalam kebijakan pendidikan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam acara ini, CIPS akan memaparkan hasil studi yang dilakukan serta menerima masukan dari panelis dan peserta diskusi atas hasil studi tersebut.

Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 09.00 – 11.15 WIB (daring dalam Bahasa Indonesia)

Program (WIB/GMT+7)
09.00-09.10 Pembukaan dan sambutan
09.10-09.25 Keynote speech: oleh Rahmawati (Plt. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)
09.25-09.55 Pemaparan oleh Jimmy Daniel Berlianto (Senior research and policy analyst, CIPS): Overcoming gender social norm: how curriculum adjustments improve female student motivation in pursuing STEM education
09.55-10.10 Tanya jawab tentang paparan studi
10.10-11.00 Diskusi panel

  1. Paramita Iswari (Gender equality and social inclusion expert)
  2. Felicia Hanitio (Deputy Director, Bakti Pendidikan Djarum Foundation)
  3. Jimmy Daniel Berlianto
11.00-11.15 Tanya jawab dengan panelis
 
Moderator: Koes Afifah (Research & policy associate, CIPS)
Registrasi utk mengikuti di Zoom: klik di sini

Slides and video for past seminars: