Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target pertumbuhan GDP sebesar 8% dan pemerintahannya telah menerapkan kebijakan dan program untuk pencapaian target tersebut. Namun, apakah target ini realistis? Dan lebih jauh lagi, apakah kebijakan yang diterapkan akan membawa Indonesia lebih dekat ke capaian yang diharapkan? Dalam seminar FKP berikutnya, yang akan diselenggarakan sebagai Instagram Live, kita akan berbincang-bincang dengan tiga ahli ekonomi yaitu Krisna Gupta, Riandy Laksono dan Rizky Siregar untuk membahas kajian mereka yang akan terbit dalam Bulletin of Indonesia Economic Studies (BIES). Abstrak kajian tersebut sebagai berikut:
The administration of President Prabowo Subianto has derived its goal to achieve an eight-percent growth target into several strategies: active and increasing roles of state-led capitalism, expansive fiscal measures, and unconventional monetary interventions. Despite the well-meaning intention and broad function to boost aggregate demand, we show how the design and implementation of these policies may backfire and create more distortions preventing the economy from growing optimally. We argue that the administration’s chosen remedies coupled with the lack of attention to tackling real problems that limit productivity growth to worsen resource misallocation problems, creating a wider gap to the 8-percent growth ambition.
Pemateri: Krisna Gupta (Center for Indonesian Policy Studies), Riandy Laksono (Centre for Strategic and International Studies Indonesia), Rizki N. Siregar (LPEM, Faculty of Economics and Business, Universitas Indonesia)
Jumat, 13 Maret pukul 16.30-17.30 WIB
Daring dalam Bahasa Indonesia di Instagram Live @forum.pembangunan
Bila anda ingin menerima pengingat (reminder) silakan bergabung di mailing list FKP dengan mengirimkan permintaan berlangganan ke email forum.kajian.pembangunan at gmail.com

Slides and video for past seminars:
Leave A Comment