Banjir besar beserta tanah longsor di Pulau Sumatra yang dipicu oleh Siklon Senyar pada bulan November 2025 merupakan bencana hidrometeorologis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan lebih dari 800 korban jiwa, lebih dari 500 orang hilang, dan sedikitnya 10.900 rumah mengalami kerusakan, bencana ini menegaskan perlunya peningkatan upaya dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan pengelolaan risiko bencana di Indonesia. Lebih dari itu, bencana tidak berdampak sama pada semua orang. Lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas kerap menghadapi risiko berlapis serta hambatan yang lebih besar dalam mengakses evakuasi, bantuan, layanan kesehatan, dan pemulihan. Dalam seminar ini, Resilience Development Initiative (RDI) akan membahas kajian dan perumusan strategi yang telah dilakukannya dalam melindungi kelompok rentan, khususnya berkaitan dengan desain perlindungan sosial adaptif yang inklusif ketika terjadi bencana.

Pembicara:
  • Eri Krismiyaningsih (Program manager, RDI): Desain perlindungan sosial adaptif, peran data yang akurat, serta mekanisme dan opsi intervensi berbasis pemicu bencana
  • Indraswari (GEDSI expert, RDI): Risiko berlapis yang dihadapi perempuan dan penyandang disabilitas serta rekomendasi desain bantuan dan layanan yang lebih aman, aksesibel, dan inklusif
  • Dyah Larasati (Co-founder & executive director, ARUNALA): Dampak khusus bencana terhadap lansia serta kebutuhan perlindungan sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang

Moderator: Arif Budi Darmawan (RDI)

đź“… Kamis, 2 Juli 2026 (daring dalam Bahasa Indonesia)
🕙 13.00 – 15.00 WIB (GMT+7)
📺 Zoom webinar, registrasi: klik di sini

Slides and video for past seminars: